Wednesday, May 22, 2013

PENGERTIAN, TANDA DAN MACAM LESI PUTIH



Lesi Putih pada Membrana Mucosa Mulut
Pengertian / definisi bercak putih adalah penebalan mukosa yang disertai dengan warna putih atau putih kebiruan dan dapat dibedakan dengan jaringan mukosa yang sehat. Bermacam – macam yang menyebabkan bercak – bercak putih ini, yaitu ; iritasi, trauma, kebakaran, infeksi, jamur atau infeksi yang spesifik seperti penyakit syphilis dan sebagainya. Tetapi ada juga etiologi dari bercak putih ini yang belum diketahui seperti beberapa penyakit leukoplakia dan lichen palnus. Bercak putih ini disebut juga lesi putih. Perlu diketahui bahwa bercak putih pada oral mukosa dapat disertai dengan adanya perubahan – perubahan didalam jaringan mukosa out sendiri atau adanya perubahan yang terdapat diatas jaringan mukosa tersebut.

Warna mukosa yang sehat adalah merah muda, dimana warna ini adalah hasil dari refleksi cahaya dari jaringan mukosa setelah cahaya tersebut melalui permukaan jaringan lunak yang translucent dan kemudian cahaya tersebut mengnai pembuluh darah. Jika terdapat perubahan – perubahan didalam jaringan atau diatas jaringan mukosa yang mengganggu refleksi cahaya terhadap pembuluh darah ini maka menghasilkan lesi yang nampak putih.
Pembesaran dan oedema yang terdapat dalam jaringan epithel aka menghasilkan warna putih yang diffus. Sedangkan penebalan karena adanya keratinisasi dari lapisan permukaan mukosa akan menyebabkan lesi yang jelas berwarna putih atau putih kebiruan.
Pada infeksi jamur seperti monoliasis, terjadi mycelial yang memasuki jaringan epitel dan jaringan pengikat disekitarnya dan menyebabkan hilangnya kejernihan membrana mukosa yang mengakibatkan timbulnya daerah yang keputih-putihan atau putih kebiruan tadi.
Pada peristiwa kebakaran akibat bahan- bahan chemis atau thermis akan menyebabkan terjadinya coagulasi dilapisan atas yang juga menyebabkan lesi yang nampak keputihan.
Adanya keganasan dari suatu tumor akan ditujukkan dengan adanya perubahan yang abnormal dalam jaringan epithel dan jaringan pengikat disekitarnya yang mengakibatkan adanya lesi putih yang menyokong oleh jaringan tumor dibawahnya sebagai akibat hambatan yang kuat terhadap refleksi sinar terhadap jaringan pembuluh darah.
Untuk memudahkan bagi seseorang klinis mebandingkan bermacam-macam penyakit yang mengenai jaringan mukosa mulut maka diadakan pembagian sebagai berikut :
1.    Lesi putih yang disebabkan trauma rangsang chemis dan physis.
a.      Friksional keratoris
Karena gesekan mukosa pipi dan lidah atau karena kebiasaan menggigit pipi bisa terlihat adanya bercak putih.  
b.      Lesi putih pada perokok
Lesi putih dimukosa mulut dapat merupakan gambaran yang khas yang berhubungan dengan cara – cara orang merokok. Pada orang yang merokok mempunyai bercak – bercak keratosis yang terlihat pada area dimana ludah terkumpul yaitu pada vestibularis bagian bawah. Kadang terlihat pada dorsum lungua. Pada orang yang menggunakan pipa terlihat hyperkeratosis ini pada palatum durum. Orang yang menghisap ceruptu menunjukkan effek yang maksimum pada gusi.
c.       Lesi putih pada peminum alkohol
Pada peminum yang berat terlihat adanya keratosis pada pipi bawah
2.    Lesi putih karena infeksi.
a.      Moniliasis
Disebut juga dengan candidosis, ini disebabkan karena jamur ragi candida albicans. Lesi – lesi putih menyerang membrana mukosa mulut dan jaringan epitel dibawahnya. Dapat juga mengenai tractus gastro intestinalis, tractus repiratorius, vagina, dan kulit.
Pada bayi moniliasis ditandai dengan lesi putih atau kebiruan yang berbecak-becak dimukosa mulut dan bisa meluas disekeliling mulut. Bercak ini biasanya tidak sakit dan sukar diangkat, kalau diangkat akan meninggalkan permukaan yang kasar dan berdarah.
Pada orang dewasa penyakit ini bisa diserti dengan adanya inflamasi, erythema, atau adanya daerah di badan yang berwarna merah dan sakit. Daerah lesi dapat terdapat dimana saja pada oral mukosa dan sering terdapat dibawah prothesa yang dipakai.
b.      Lupus vulgaris
Menunjukkan adanya bercak – bercak dimulut sebagai akibat dari adanya TBC yang post primair Selain jaringan menunjukkan ulcus TBC, pada mukosa mulut terjadi bercak putih yang teratur terdapat disekeliling luka tersebut.
c.       Syphylis
Luka karena sipillis baik di papula atau gumma adalah merupakan luka yang spesifik, tetapi disamping luka ini biasanya terdapat bercak – bercak putih yang diffus terdapat diseluruh rongga mulut terutama pada pasien yang tidak mendapatkan perawatan. Pada bercak diffus ini tidak diketemukan trponema pallidum.

3.    Lesi putih karena penyakit kulit.
a.      Lichen planus
Penyakit yang disangka sebagai penyakit yang bersifat psikosomatis, sedang sebab sebenarnya belum diketahui. Tekanan emosi, keadaan keluarga yang tidak tenang, situasi yang tegang dari seseorang dapat menimbulkan penyakit ini.
Lesi putih yang timbul pada lichen planus ini munculnya dioral mukosa, dapat didahului dengan bercak-bercak yang ada dikulit atau bisa bersamaan atau mendahului. Lichen planus harus dibedakan dengan lesi – lesi lain terutama dengan leukoplakia.
Lesi dari lichen planus dikulit terlihat sebagai papula yang jelas, bersudut atau polygonal, berwarna merah keunguan dan berkilat. Biasanya lesi ini terdapat disekitar permukaan fleksi dari pergelangan tangan, bagian depan lengan, pergelangan kaki dan vulva. Sering terdapat disepanjang bekas garutan atau bekas luka kulit.
Dimulut dapat dijumpai di pipi, lidah, bibir dan gingiva. Kebanyakan bilateral tetapi bisa juga unilateral dan juga dapat bersifat diffus.
b.      Lupus erythematosus
Penyakit yang dapat meluas ke membrana mukosa mulut. Lesi pada mukosa mulut ini nampak sesudah lesi pada kulit terlihat. Jika lesi pada kulit tidak terlihat maka diagnosa untuk lupus erythematosus pada membrana mukosa mulut ini sukar ditentukan. Pada kulit lesi ditandai dengan bentuk irreguler, berwarna merah dengan bertambah luas pada tepinya dan jika menyembuh akan meninggalkan bekas pada bagian sentral, sering nampak bilateral.
Pipi, dahi, hidung atau telinga adalah daerah yang sering terkena lupus erythematosus. 25 % dari penyakit ini menimbulkan lesi pada oral mukosa. Biasanya terlihat pada lidah, palatum durum lidah dan bibir, dan jarang terdapat pada gingiva. Lesi pada oral mukosa ini berwarna merah, athropi dan mudah berdarah. Lesi yang berkembang akan menunjukkan ulcus yang besar dan dangkal, dimana pada tepi – tepinya terdapat ujung yang keputihan.
Pada tepi ulcus ini terdapat pembuluh darah yang kecil yang banyak jumlahnya yang besar tersusun secara radikal.  Pada keadaan yang diffus akan terlihat terjadinya nanah di oral mukosa dan seringkali lesinya terlihat keunguan. Jika menyembuh luka tersebut aan diganti dengan cikatrik yang tipis dan halus.

4.    Lesi putih karena penyakit kulit.
a.      Papilloma
Biasanya terdapat penonjolan yang terjadi didaerah membrana mukosa mulut. Sering terjadi tonjolan yang single dan kecil, tetapi ada juga yang multiple dan berukuran besar. Etiologinya tidak diketahui.
b.      Leukoplakia
Secara patologis sebagian dari leukoplakia secara potensial merupakan jaringan prekanker atau malahan sudah maligna. Pasien dengan leukoplakia biasanya disertai dengan keadaan umum yang jelek, dimana leukoplakianya sendiri mula-mula tidak menimbulkan keluhan dan gejala.
c.       Squamous cell carcinoma
Daerah keratinisasi pada membrana mukosa mulut dapat terjadi karena adanya ulcus dengan diagnosa biopsy carsinoma dengan squamous cell. Luka pada carcinoma ini dengan daerah keratinisasinya dapat terjadi dimana saja pada membrana mukosa. Tidak terasa sakit pada ulkus itu dan ulkus berbentuk undercut.

Diambil dari beberapa sumber, diantaranya :
Mudiyah Mokhtar, 1978. Ilmu Penyakit Mulut dan Gigi
Manson & Eley, 1993;  terj. Buku Ajar Periodonti

No comments:

Post a Comment

Post a Comment