Monday, June 3, 2013

PERSEPSI dan PERILAKU SAKIT

Penyakit dan sakit :

Kujungan masyarakat dalam penggunaan fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, Rumah Sakit, dsb masih rendah, seringkali kesalahan atau penyebabnya dilemparkan kepada faktor jarak antara fasilitas kesehatan dengan masyarakat yang terlalu jauh, tarif yang tinggi, pelayanan yang tidak memuaskan dsb. Kita sering melupakan faktor persepsi atau konsep masyarakat tentang sakit.

Dalam masyarakat terdapat beraneka ragam konsep sehat – sakit yang tidak sejalan dan bahkan bertentangan dengan konsep sehat – sakit yang diberikan oleh pihak penyelenggara pelayanan kesehatan (PPK). Timbulnya perbedaan konsep sehat – sakit yang diberikan oleh pihak PPK disebabkan oleh adanya persepsi yang berbeda antara masyarakat dan provider. Ada perbedaan persepsi antara penyakit (disease) dengan rasa sakit (illness).
Penyakit (desease) adalah suatu bentuk reaksi biologis terhadap suatu organisme, benda asing atau luka (injury). Hal ini merupakan fenomena yang obyektif yang ditandai oleh perubahan fungsi – fungsi tubuh sebagai orgnisme biologis.
Sakit (illnes) adalah penilaian seseorang terhadap penyakit sehubungan dengan pengalaman yang langsung dialaminya. Hal ini merupakan fenomena subyektif yang ditandai dengan perasaan tidak enak (feeling unwell).
Secara obyektif seseorang terkena penyakit bila salah satu organ tubuhnya terganggu fungsinya, namun dia tidak merasa sakit. Atau sebaliknya, seseorang merasa sakit bila merasakan sesuatu di dalam tubuhnya, tetapi dari pemeriksaan klinis tidak diperoleh bukti bahwa ia sakit.
Penyakit (disease)


Sakit (illness)
Tidak hadir
(not present)
Hadir
(present)
Tidak dirasa
(not perceived)
1
2
Dirasakan (perceived)
3
4

Keterangan :
Area 1 :
          Menggambarkan bahwa seseorang tidak mengandung atau menderita penyakit dan juga tidak merasa sakit (no disease and no illness). Dalam keadaan demikian maka menurut kacamata tenaga kesehatan orang tersebut sehat.
Area 2 :
          Menggambarkan seseorang mendapat serangan panyakit (secara klinis), tetapi orang itu sendiri tidak merasa sakit atau mungkin tidak dirasakan sebagai sakit.
Dalam kenyataannya area ini adalah yang paling luas wilayahnya. Anggota masyarakat yang secara klinis maupun laboratoris menunjukkan gejala klinis bahwa mereka diserang atau menderita suatujenis penyakit, tetapi mereka tidak merasakan sebagai sakit, oleh karena itu mereka tetap menjalankan kegiatannya sehari – hari sebagaimana orang sehat. Dari sini keluar suatu konsep sehat masyarakat yaitu bahwa sehat adalah orang yang dapat bekerja atau menjalankan pekerjaannya sehari – hari, dan keluar konsep sakit, dimana dirasakan oleh seseorang yang sudah tidak dapat bangkit dari tempat tidurnya, tidak dapat menjalankan pekerjaannya.
Area 3 :
Menggambarkan penyakit yang tidak hadir pada seseorang, tetapi orang tersebut merasa sakit atau tidak enak badan (illness but no disease). Pada kenyataannya kondisi ini hanya sedikit di dalam masyarakat. Orang merasa sakit padahal setelah pemeriksaan baik secara klinis maupun laboratoris tidak diperoleh bukti bahwa ia menderita suatu penyakit, ini mungkin karena gangguan psikis saja.
Area 4 :
            Menggambarkan adanya suatu penyajian yang sama. Seseorang memang menderita sakit dan juga dirasakan sebagai sakit (illness with disease). Hal inilah sebenarnya yang dapat dikatakan benar – benar sakit. Dalam kondisi seperti ini fasilitas kesehatan dapat mencapai sasarannya secara optimis, pelayanan yang diprogramkan akan bertemu dengan kebutuhan masyarakat.

                                           Diambil dari berbagai sumber diantaranya :
Soekidjo Notoatmodjo, 2012. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan.
Soekidjo Notoatmodjo, 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku
Undang – undang RI No. 39 tahun 2009; tentang Kesehatan.

No comments:

Post a Comment