Tuesday, August 27, 2013

Pengertian dan Fase PENYEMBUHAN LUKA.

Pengertian luka.
Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh.
Disebabkan oleh berbagai macam sebab : trauma benda tajam atau tumpul, perubahan suhu, zat kimia, ledakan, sengatan listrik, atau gigitan hewan.
Bentuk luka tergantung penyebabnya : luka sayat, luka tusuk, luka robek, luka lecet, luka bakar dan lain – lain.


Fase Penyembuhan Luka :
1.      Fase inflamasi
2.      Fase proliferasi
3.      Fase remodelling
Fase Inflamasi :
Berlangsung sejak terjadinya luka sampai kira – kira hari kelima. Pembuluh darah yang terputus pada luka akan menyebabkan perdarahan, dan tubuh berusaha menghentikannya dengan vasokonstriksi, pengerutan ujung pembuluh yang putus (retraksi), dan reaksi hemostasis. Hemostasis terajadi karena trombosit yang keluar dari pembuluh darah saling melekat, dan bersama jala fibrin yang terbentuk, membekukan darah yang keluar dari pembuluh darah. Trombosit yang berdekatan akan bergranulasi, melepas kemoaktraktan yang menarik sel radang, mengaktifkan fibroblast lokal dan sel endotel serta vasokonstriktor. Sementara itu terjadi reaksi inflamasi.
Setelah hemostasis, proses koagulasi akan mengaktifkan kaskade komplemen, selanjutnya akan dikeluarkan bradikinin dan anafilatoksin. Tanda dan gejala klinis reaksi radang semakin jelas, berupa warna kemerahan karena kapiler melebar (rubor), rasa hangat (kalor), nyeri (dolor) dan pembengkakan (tumor).
Fase proliferasi :
Disebut fase fibroplasia yang menonjol adalah proliferasi fibroblast.
Berlangsung dari berakhirnya fase inflamasi sampai kira – kira akhir minggu ketiga.
Serat kolagen dibentuk dan dihancurkan kembali untuk menyesuaikan dengan tegangan pada luka yang cenderung mengerut. Sifat ini bersama dengan sifat kontraktil miofibroblast, menyebabkan tarikan pada tepi luka.
Luka dipenuhi oleh sel radang, fibroblast, dan kolagen, serta pembentukan pembuluh darah baru (angiogenesis), membentuk jaringan berwarna kemerahan dengan permukaan berbenjol halus yang disebut jaringan granulasi.
Dengan tertutupnya permukaan luka, proses fibroplasia dengan pembentukkan jaringan granulasi juga akan berhenti dan mulailah proses pematangan dalam fase remodelling.
Fase remodelling.
Terjadi proses pematangan yang terdiri atas penyerapan kembali jaringan yang berlebih, pengerutan yang sesuai dengan gaya gravitasi, dan akhirnya perupaan ulang jaringan yang baru. Tubuh berusaha menormalkan kembali semua yang menjadi abnormal karena proses penyembuhan. Udem dan sel radang diserap, sel muda menjadi matang, kapiler baru menutup dan diserap kembali, kolagen yang belebih diserap dan sisanya mengerut sesuai dengan besarnya regangan. Selama proses ini berlangsung, dihasilkan jaringan parut yang pucat, tipis, dan lentur, serta mudah digerakkan dari dasar.
Diambil dari beberapa sumber, diantaranya :

Sjawsuhidayat,dk, 2011.,Buku Ajar Ilmu Bedah.

No comments:

Post a Comment